Tanggal dan TRL menurut catatan penerbit. Akhir periode dan target bukan bukti hasil riset.
Teknologi · CC BY 4.0 · Sumber data
Apa tujuan dan pendekatan risetnya?
Profil ini merangkum ruang lingkup proyek yang dipublikasikan NASA TechPort. Sumber diakses . Uraian pendekatan dan manfaat menyatakan tujuan pengembangan, kecuali sumber secara khusus melaporkan hasil.
Sensor nirkabel tidak hanya mengukur satu besaran, tetapi juga dapat memerlukan lokasi, identifikasi, atau pengiriman gambar. Proyek ini mengusulkan transceiver RF yang dapat diprogram untuk mendukung perubahan kebutuhan tersebut. Rancangan diarahkan pada perangkat mandiri yang kecil, berdaya rendah, dan mudah dihubungkan. Fungsi sasaran mencakup akuisisi serta pemantauan waktu nyata, lokasi melalui GPS, dan aplikasi RFID. Fleksibilitas perangkat lunak dipertimbangkan sebagai cara mengelola keterbatasan spektrum ketika satu platform melayani beberapa penggunaan.
Konteks pengembangan
- Institusi pemimpin
- Stennis Space Center
- Program
- Small Business Innovation Research/Small Business Tech Transfer
- Periode proyek
- 2006-01-24 → 2006-07-24
Klasifikasi NASA
- TX02.2.6 — Data Acquisition Systems
Label penerbit dipertahankan sebagai konteks. Bidang katalog merupakan pengelompokan editorial.
Apa yang diketahui tentang statusnya?
Nilai TRL belum tersedia pada catatan yang diakses.
TRL adalah tingkat kesiapan teknologi yang dilaporkan penerbit, pada skala 1–9. Nilai target akhir menunjukkan sasaran. Status “Completed” berarti proyek telah selesai menurut pencatatan NASA; status tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh sasaran kinerja telah tercapai.
Batas informasi
Profil ini menjelaskan ruang lingkup riset dari catatan penerbit. Target pengembangan dan TRL akhir bukan bukti keberhasilan, ketersediaan produk, atau kelayakan penerapan. Tinjauan ahli dan pengujian performa independen belum dilakukan.
Dasar profil
- NASA TechPort: Software Defined RF Transceiver for Wireless Sensor Network, Phase I ↗
NASA TechPort · Pembaruan sumber 01/27/25
Diakses 2026-10-13. Rujukan primer dengan atribusi. Uraian Indonesia adalah parafrasa editorial; hak dokumen dan aset upstream mengikuti pemiliknya.