Tanggal dan TRL menurut catatan penerbit. Akhir periode dan target bukan bukti hasil riset.
Teknologi · CC BY 4.0 · Sumber data
Apa tujuan dan pendekatan risetnya?
Profil ini merangkum ruang lingkup proyek yang dipublikasikan NASA TechPort. Sumber diakses . Uraian pendekatan dan manfaat menyatakan tujuan pengembangan, kecuali sumber secara khusus melaporkan hasil.
ACT mengusulkan pembuatan evaporator loop heat pipe dengan additive manufacturing. Wick berperan memompa cairan melalui gaya kapiler, sehingga karakter hidrodinamika dan integritas sambungannya sangat memengaruhi transportasi panas. Proses konvensional pembuatan serta pemasangan wick dapat rumit dan menghasilkan banyak unit yang tidak memenuhi syarat. DMLS diteliti untuk mencetak envelope evaporator bersama struktur primary wick berpori sebagai satu bagian. Pengembangan ditujukan untuk mengurangi kerumitan serta biaya sistem bagi CubeSat dan SmallSat sambil mempertahankan kebutuhan perpindahan panas.
Konteks pengembangan
- Institusi pemimpin
- Advanced Cooling Technologies, Inc.
- Program
- Small Business Innovation Research/Small Business Tech Transfer
- Periode proyek
- 2016-06-10 → 2016-12-09
Klasifikasi NASA
- TX14.2.2 — Heat Transport
Label penerbit dipertahankan sebagai konteks. Bidang katalog merupakan pengelompokan editorial.
Apa yang diketahui tentang statusnya?
TRL adalah tingkat kesiapan teknologi yang dilaporkan penerbit, pada skala 1–9. Nilai target akhir menunjukkan sasaran. Status “Completed” berarti proyek telah selesai menurut pencatatan NASA; status tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh sasaran kinerja telah tercapai.
Batas informasi
Profil ini menjelaskan ruang lingkup riset dari catatan penerbit. Target pengembangan dan TRL akhir bukan bukti keberhasilan, ketersediaan produk, atau kelayakan penerapan. Tinjauan ahli dan pengujian performa independen belum dilakukan.
Dasar profil
- NASA TechPort: Loop Heat Pipe Manufacturing via DMLS for CubeSAT Applications ↗
NASA TechPort · Pembaruan sumber 01/22/26
Diakses 2026-10-13. Rujukan primer dengan atribusi. Uraian Indonesia adalah parafrasa editorial; hak dokumen dan aset upstream mengikuti pemiliknya.